Kamis, 29 Desember 2011

Hati untuk Mentawai


 Mentawai. Kepulauan Mentawai di sebelah Kota Padang, Sumatra barat ini terdiri dari beberapa pulau, dengan pulau utama Sikakap, Zipora dan Siberut. Sejak th 1998 hingga sekarang, hampir tiap tahun sekali saya mengunjungi salah satu pulau di Mentawai yang dahulu harus naik kapal, sore dari Padang dan dini hari tiba di Mentawai, namun sekarang ada pesawat perintisan NBA, seminggu dua kali, saat ini, senin dan kamis, pesawat NBA, kapastitas 16 orang.


Sejak kunjungan pertama, saya jatuh cinta, karena kepulauan ini boleh dikatakan telah lama, 'diabaikan' dan hanya dikeruk kekayaan alamnya, ditebang kayunya dan 'dibiarkan' miskin. Beberapa tahun lalu saat saya kesana, belum ada listrik, kecuali kota kabupaten, di Zipora tidak ada jalan yg dikeraskan, semua jalan tanah, walau alam pantai dan ombaknya, menarik para pecinta surfing / selancar dari berbagai negara.

Maka sejak 1998 tersebut, saya membuka sekolah TK, Taman Kanak-Kanak, namanya TK Pemulihan dan saat ini 2011 akhir, saat saya istri dan anak-anak saya ajak liburan natal sekeluarga, liburan unik, misi ke pedalaman, sudah ada 14 cabang TK Pemulihan di berbagai kota dan pulau di Mentawai. Kami juga bekerja sama dengan PESAT yang lebih dulu dari kami (Ypi = Yayasan Pulihkan Indonesia) memasuki kawasan Mentawai dan telah memiliki 18 cabang TK.
Kami menguatkan komitmen kami untuk terus membuka TK Pemulihan di setiap desa, kelurahan, kecamatan, saling mengisi dengan PESAT dengan target 60 cabang. Kami akan mendukung dengan kurikulum TK terbaik dari Happy Holy Kids, TK di Jakarta dan kota-kota besar lainnya yang telah memiliki cabang maupun franchise lebih dari 60 cabang dan pengalaman mengelola TK lebih 15 tahun. Dibutuhkan HATI untuk Mentawai, bagi pendidikan usia dini, membangun generasi baru masyarakat Mentawai. Dibutuhkan korban, dana, tenaga dan semua bisa jika ada HATI. Uluran tangan dari para sponsor, doa restu dari tokoh agama, dukungan dari Yayasan lain seperti Patmos, maupun Pemda setempat, Diknas dengan dana BOS, membuat kami merasa tidak sendirian.

Saat ini Mentawai terlihat mulai berbenah, ada resort dan hotel yang menarik di dekat Tuapejat, jalan mulai dilakukan pengerasan, jalur listrik memasuki desa-desa, dan bagi anda yang menyukai 'tantangan' maka 'menaklukkan' Mentawai adalah liburan unik tersendiri.  Des 2011 ini kami baru saja menikmati hal ini, naik pesawat kecil, dilanjutkan jalan kaki, menyebrang sungai, sedalam pinggang dan disebrang sungai, lanjutkan dengan  'offroad' dengan ojek sepeda motor, menyusuri bibir pantai, bahkan sesekali kami harus turun, menyebrang selokan, atau muara, merupakan kesan tersendiri.
Menyebrang selat antar pulau dengan speedboad, dihadang ujan badai sehingga harus menepi di hutan bakau, melanjutkan sambil dag dig dug, melihat ombak yang begitu besar, membuat wahana jetcoaster seperti tidak ada artinya dibanding 'jetcoaster' alam liar, tanpa pelampung, hanya speedboat kayu yang ditempel motor mesin, mengarungi ombak dan badai. Doa doa dan doa, sepertinya perjalanan seperti ini memmbuat kita dekat dengan Tuhan dan praktek iman, bergumul apa arti hidup dan betapa kecilnya manusia dibanding besarnya alam dan ganasnya ombak laut.

Hari berikutnya cuaca cerah, dan mencoba tantangan baru, naik long boat, sampan kecil yang panjang, yang dibuat dari kayu utuh, pohon besar yang dipahat menjadi sampan dengan tanpa sambungan. Walau ombak tenang, namun karena sampannya begitu kecil, rampingm  tanpa 'sayap' penyeimbang, maka rasa-rasanya seperti akan terguling saja. Syarat utama naik ini, jangan takut, jangan bergerak, duduk manis diam saja, Karena jika takut dan bergerak, hilang keseimbangan dan fatal.  Diujung selat yang lain, resort mewah ternyata ada di Mentawai, di dekat kota Tuapejat, pulau Zipora. Tarif turis lokal 500-600 ribu/orang/hari termasuk 3 kali makan.

Di Mentawai ini anda bs berenag di laut yang airnya jernih bagaikan aqua ! Makan ikan bakar, minum kelapa muda, udang lobster dan kepiting, semuanya fresh, dan rasanya dijamin puas. Ayo siapa mau ke Mentawai, entah berlibur atau sekedar menikmati tantangan lburan menaklukan alam dan semoga juga ikut terbuka hatinya seperti yang kami alami, dan ikut berdoa buat Mentawai, memberkati Mentawai bahkan berkorban, berbuat sesuatu buat Mentawai.

Hidup hanya satu kali, kenapa kita tidak membuatnya berarti dengan hidup bukan untuk diri sendiri, tetapi berarti bagi orang lain, berdampak bagi orang lain, seperti kepada Mentawai. Salam dahsyat, Luar Biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar