PRAMBANAN dan SEJARAH PEMUGARAN NYA


Usaha pertama kali untuk menyelamatkan candi Prambanan dilakukan oleh Jan Willem IJzerman pada tahun 1885 dengan membersihkan bilik-bilik candi dari reruntuhan batu. Pada tahun 1902 dimulai pekerjaan pembinaan yang dipimpin oleh Theodoor Van Erp untuk candi Siwa, candi Wisnu dan candi Brahma. Beberapa saat kemudian Isaäc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran.

Setelah mengalami berbagai hambatan pemugaran diselesaikan oleh bangsa Indonesia, tanggal 23 Desember 1953 candi Siwa selesai dipugar dan secara resmi dinyatakan selasai oleh Presiden Dr. Ir. Sukarno.


INSPIRASI: Terlepas dari latar belakang agama candi ini, Prambanan merupakan warisan arsitektur, budaya, lengkap dengan beberapa relief dan legenda kisah-kisah inspiratif baik kepahlawanan maupun pesan moral yang patut dilestarikan. Sejarah pembangunan, proses panjang pemugaran dan tentunya biaya yang telah dikeluarkan, serta pengakuan UNESCO semakin mengukuhkan, betapa berharganya warisan budaya bangsa kita. Marilah kita generasi selanjutnya, menjadi bangsa yang besar, bermartabat, yang menghargai warisan leluhur yang luar biasa ini. Salam dahsyat ... Luar Biasa !!
RAMAYANA; RAMA SHITNA
Kisah Ramayana ini dibuat sendratari di Prambanan pada waktu2 tertentu, juga di Bali, maupun dalam pagelaran wayang orang di Solo, dan semuanya menjadi daya tarik wisatawan, khususnya wisatawan lokal dan asing di kota-kota tersebut.

Walau Rama sendiri sedang punya masalah, ia tidak menceritakan masalahnya, sebaliknya ia bersedia membantu mengalahkan Subali, dan akhirnya usaha itu berhasil dengan kembalinya Dewi Tara menjadi istri Sugriwa. Setelah itu, baru Rama menceritakan perjalanannya yang akan dilanjutkan bersama Lesmana untuk mencari Dewi Shinta sang istri di istana Alengka.



Jika anda menunggu tidak punya masalah, dan baru menolong orang lain, anda tidak pernah akan menolong orang lain, karena selama kita hidup, masalah selalu ada. Dengan menolong orang lain, jiwa pemenang ditingkatkan dan berguna saat kita kembali ke masalah kita sendiri, kita hadapi dengan lebih berani.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar