Selasa, 15 Mei 2012

Frans Kaisiepo, Biak, Papua


 Frans Kaisiepo, Biak, Papua
Saya berada di Kota Biak, Papua, Kota dimana th 80an masih ditemukan tentara Jepang yang masih bersembunyi di hutan dan masih hidup. Karena itu Biak mejnadi tujuan wisata khususnya orang Jepang dan disini dibangun Monemen Perang Dunia ke-2, perang tentara Jepang dan Sekutu. Masih ada goa Jepang dan sisa-sisa alat perang ditemukan. Biak  penghasil ikan dan juga indah dengan pantainya dan airnya jernih sekali. Ada layak mengunjungi Biak.
Di kota ini ada kisah inspiratif, yaitu kehidupan Frans Kaisiepo yang lahir 10 Kotober 21 di Wardo, Biak. Ketika Indonesia Merdeka 1945, maka Papua masih dijajah Jepang. Kaisiepo lah yang mebawa bendera merah putih dan lagu Indonesia Raya th 45-46 ke Papua. Bersama kawan-kawannya Kaisiepo mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian, karena ingin merdeka seperti wilayah lain, merdeka dari Belanda. Kata Irian diusulkan oleh Kaisiepo, Irian, yang berarti ‘uap panas’.
Belanda dengan konsep divide et impera, memecah belah, maka mengajak Papua berunding dalam Perundingan Meja Bundar untuk membahas amsa depan Papua, terpisah dari Indonesia. Kaisiepo membangkang dan menolak hadir, karena bagi Kaisiepo ia ingin merdeka dan bergabung dengan NKRI. Sikap ini membuat ia ditangkap dan dipenjara selama 6 th (1954-1961).
Th 1961 Presiden Soekarno mengumumkan kebijakan politik TRIKORA, pembebasan Papua. Kebijakan ini memaksa Belanda menandatangai ‘New York Agreement” pada 15/8/1963 yang intinya: Papua harus dibangun oleh Indonesia dan didampingi, dibawah pengawasan administratif UNTEA, lembaga dibawah PBB, selama 6 th dan 1969 akan diadakan pemilu, memilih otonom atau gabung NKRI.
Gubernur pertama Elieser Jon Baney hanya 1th 1963-14 karena kecenderungannya opsi otonom, tidak berkenan dengan Jakarta dan mengundurkan diri. Karena setelah mundur tidak diberi jabatan apa-apa, ia bergabung dengan OPM. Guberneur selanjutnya adalah Kaisiepo dari tahun 1964-1973.


1973-1979 Kaisiepo menjadi anggota MPR+DPA, meninggal ‘79 dan 1993 diangkat sebagai Pahlawan Nasional. Untuk menghormati dan menghargai jasa-jasanya Bandara di Kota Biak, diberi nama Bandara Frans Kaisiepo.
Inspirasi dari kisah ini, jika anda mau sukses, hidup mulia, maka anda harus konsisten dan memperjuangkannya. Kaisiepo konsisten dengan sikapnya dan memperjuangkannya. 1969 ia menang, berhasil mempengaruhi mayoritas rakyat Papua untuk bergabung dengan NKRI.
Anda mau sukses bisnis? Anda harus konsisten. Globalisasi membuat barang, jasa, perusahaan, franchise dari seluruh dunia masuk, bekerja keras dengan margin yang lebih rendah. Anda perlu konsisten untuk sukses hari-hari ini.
Inspirasi kedua dari Kaisiepo adalah motto yang sering ia ucapkan kepada kawan-kawan dan dalam pertemuan-pertemuan; “United we stand, divided we fall” “Bersatu kita teguh, bercerai kita jatuh, runtuh”  Anda orang hebat, pintar, luar biasa itu benar, tetapi anda bukan orang sempurna. Setiap orang entah sanguinis atau kuning, kolerik atau merah, melankolik atau ungu, plegmatis atau hijau, anda punya kelebihan, tetapi juga punya kelemahan.  Sendiri bisa sukses, tetapi berdua, berkongsi, kuasa team akan lebih hebat lagi, karena akan saling melengkapi.
Bagaimana bisa bersatu? Anda harus rendah hati. Kedua menerima orang lain apa adanya dan melengkapi. Itulah Inspirasi dari Biak, Papua, Salam Dahsyat, Luar Biasa !                                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar