Sabtu, 10 September 2011

Inspirasi Henry Dunant SWISS

Henry Dunant 1; PENGARUH AYAH IBU

Saya berada di Swiss, yang sistem pemerintahannya sangat bagus, mencerminkan keanekaragaman penduduknya. Sebagai negara federal, demokrasinya bersifat "langsung", ada Majelis Federal. Parlemen ini memilih tujuh orang untuk menjadi "dewan pemerintah". Ketujuhnya berstatus menteri, mengepalai departemen utama, dan salah satunya menjadi presiden selama satu tahun secara bergiliran.
Tokoh paling terkenal dari Swiss, bukan salah satu Presiden yang pernah memerintah,  tetapi Bapak Palang Merah International, Henry Dunant, lahir di Jenewa. Dunant tumbuh pada masa kebangkitan kesadaran beragama (1828-1910) yang dikenal dengan nama Réveil. Pada usia 18 tahun, dia bergabung dengan Perhimpunan Amal Jenewa (''Geneva Society for Alms Giving''). Ia juga mendirikan ”Thursday Association”, sebuah kelompok anak muda untuk mempelajari Bibel dan menolong kaum miskin. Waktu senggangnya banyak dia habiskan untuk mengunjungi penjara dan melakukan kegiatan sosial.
1852, Dunant mendirikan cabang YMCA lembaga sosial keagamaan untuk anak-anak muda di Jenewa. Tiga tahun kemudian, dia berpartisipasi dalam pertemuan di Paris yang bertujuan membentuk YMCA menjadi sebuah organisasi internasional. 1901, Dunant menjadi orang pertama yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian , yaitu atas perannya mendirikan Gerakan Palang Merah Internasional dan mengawali proses terbentuknya Konvensi Jenewa.
Latar belakang kehidupan keluarganya, akan membuat kita mengerti, mengapa Dunant tumbuh dengan KEPEDULIAN SESAMA yang begitu besar, yang membuat ia dikenang dan dihormati bukan hanya di Swiss tetapi di seluruh dunia.
Keluarganya adalah penganut mashab Kalvin (''Calvinist'') yang taat serta mempunyai pengaruh yang signifikan di kalangan masyarakat Jenewa. Kedua orangtuanya menekankan pentingnya nilai kegiatan sosial. Ayahnya, pengusaha Jean-Jacques Dunant aktif membantu anak yatim-piatu dan narapidana yang menjalani bebas bersyarat. Sedangkan ibunya, Antoinette Dunant-Colladon, melakukan kegiatan sosial membantu orang sakit dan kaum miskin.
INSPIRASI: Ayah dan IBU punya pengaruh kuat dan dominan pada anaka-anak, apalagi di usia dini. Orang tua adalah lingkungan pertama anak. Ketika anak belum mengenal dunia luar, dunianya adalah orang tuanya. Anak meniru yang dia lihat, mengucapkan yang ia dengar, dari orang tuanya. Pengaruh paling hebat, jika bukan hanya ibu yang mendidik dan dekat dengan anak-anak, tetapi keterlibatan ayah.
Penelitian melaporkan, Ayah yang bermain dengan anaknya, meningkatkan kecerdasan anak. Ayah dan ibu yang menjadi figur imbang bagi anak, menyeimbangkan otak kiri kanan anak. Orang tua yang memberikan teladan seperti orang tua Dunant, menanamkan karakter lebih dalam dan karakter anaknya akan lebih tajam dari orang tuanya, dengan kata lain, melahirkan generasi yang lebih baik.
Yang diperlukan adalah peran imbang ayah dan ibu, bukan peran terbalik, dimana ibu sibuk diluar rumah dan ayah yang mengurus anak. Anak perlu bangga dengan bapaknya yang menghidupi keluarganya, namun juga bukan ayah yang jauh sibuk mencari nafkah buat keluarga, tetapi tidak ada waktu buat anaknya. Mari kita komitmen sebagai orang tua bijaksana, untuk melahirkan Generasi Baru yang lebih baik. Salam Dahsyat, Luar Biasa !
Henry Dunant 2: “TUHAN PUNYA RENCANA”
Henry Dunant, mudah dijumpai di Swiss sebagai nama jalan utama. Berikut ini, kisah dibalik Henry Dunat, pendiri Palang Merah International, asal Jenewa, Swiss. Ketika agrobisnisnya di Aljazair mengalami banyak masalah dari penguasa lokal, Dunat memohon dukungan dari Napoleoon.  Dunant menulis sebuah buku yang isinya penuh sanjungan bagi Napoleon III untuk dia hadiahkan kepada kaisar tersebut. Kemudian dia melakukan perjalanan ke Solferino untuk bertemu secara pribadi dengan Napoleon III, yang saat itu menguasai wilayah Aljazair.
Dunant tiba di Solferino 24 Juni 1859, petang hari, tepat ketika pertempuran baru selesai. Sekitar 38 ribu prajurit bergeletakan di medan tempur dalam keadaan terluka, sekarat, atau tewas, dan tidak tampak ada upaya yang dilakukan untuk memberikan perawatan kepada mereka. Dalam keadaan terguncang melihat pemandangan itu, Dunant berinisiatif mengerahkan penduduk sipil, terutama kaum perempuan, untuk memberikan pertolongan kepada prajurit tersebut.
Dunant sendiri mengatur pembelian material yang dibutuhkan, lalu mendirikan rumah sakit darurat. Dia berhasil meyakinkan penduduk setempat untuk melayani para korban luka tanpa melihat di pihak mana mereka bertempur, sesuai dengan slogan “Tutti fratelli” (Kita semua bersaudara) yang diciptakan oleh kaum perempuan dari kota Castiglione delle Stiviere tak jauh dari tempat itu. Dia juga berhasil membujuk pihak Prancis untuk membebaskan dokter-dokter Austria yang mereka tawan.
Tidak dikisahkan, apakah akhirnya ia bertemu Kaisar Napoleon. Ia telah menemukan panggilan hidupnya dibidang kemanusiaan daripada sebagai usahawan. Sekembalinya ke Jenewa, Dunant menulis buku tentang pengalamannya itu, judul: Un Souvenir de Solferino (Kenangan Solferino), diterbitkan th 1862 sebanyak 1.600 eksemplar. Dalam buku ini, Dunant juga mengemukakan gagasan tentang perlunya dibentuk sebuah organisasi netral untuk memberikan perawatan kepada prajurit-prajurit yang terluka.
Buku ini dia bagikan kepada banyak tokoh politik dan militer di Eropa. Buku itulah, yang kemudian menginpirasi berdirinya Palang Merah International dan mendapat dukungan yang sangat luas, oleh mereka yang telah membaca buku tersebut. Akhir hidup Dunant tidak sukses sebagai bisnisman, ia sukses sebagai sosiawan kemanusiaan.
INSPIRASI:
TUHAN punya rencana bagi setiap pribadi. Temukan Panggilan Hidup anda, supaya anda hidup maksimal dan bahagia. Jika anda gagal dalam satu bidang, bukan berarti anda orang yang gagal, bisa saja anda salah tempat atau salah peran. 
Dunat tidak mengeluh, ketika tiba di Solferino, keadaan keamanan tidak baik, kondisi yang tidak tepat untuk memohon bantuan. TUHAN punya rencana. Jika anda menemukan keadaan yang menghalangi rencana anda, bisa saja itu TUHAN injinkan terjadi, supaya rencana TUHAN atas hidup anda menjadi kenyataan.
Bagaimana mengerti Panggilan Hidup kita dimana? Ambil waktu retreat pribadi, evaluasi hidup anda, bidang apa yang menjadi ‘passion’ anda? Bidang apa yang anda sukai, yang membuat anda bergairah? Apa mimpi-mimpi waktu kecil anda? Cari waktu disela-sela rutinitas pekerjaan anda untuk kembali melakukan hal tersebut. Jika itu memang rencana TUHAN, IA pasti buka jalan. Inspirasi dari Swiss, temukan panggilan hidupnya dan jadilah maksimal. Salam Dahsyat Luar Biasa !!
Henry Dunant 3: “INDAHNYA MEMBERI”
Kisah Henry Dunant, tokoh dari Jenewa, Swiss diceritakan, dengan sejumlah unsur fiksi, dalam film D'homme à hommes (1948) yang dibintangi oleh Jean-Louis Barrault. Masa hidup Dunant ketika Palang Merah didirikan ditampilkan dalam film produksi bersama internasional yang berjudul Henry Dunant: Red on the Cross (2006). Pada tahun 2010, Takarazuka Revue menggelar drama musikal berdasarkan pengalaman Dunant di Solferino dan proses pendirian Palang Merah. Drama musikal ini berjudul Fajar di Solferino, atau “Kemana Lenyapnya Kemanusiaan?” yang adalah kata-kata terkahir sebelum Dunant meninggal.
Henry Dunant, dianugerahi gelar doktor kehormatan dari Fakultas Kedokteran University of Heidelberg, yang diterimanya pada tahun 1903. Dunant usahanya hancur dan tinggal di panti jompo di Heiden, yang dipimpin oleh Dr. Hermann Altherr, hingga akhir hayatnya.
Sesuai keinginannya, Dunant dikuburkan tanpa upacara di Kompleks Pemakaman Sihlfeld di Zurich. Dalam surat wasiatnya, melalui akte notaris, dia mendonasikan sejumlah uang tertentu ke panti jompo di Heiden, kepada teman-temannya serta kepada organisasi amal di Norwegia dan Swiss. Sisa uangnya dia berikan kepada para kreditornya sehingga utangnya lunas dan uangnya habis.
Untuk menghormatinya, hari ulang tahunnya, 8 Mei, dirayakan sebagai Hari Palang Merah sedunia. Panti jompo di Heiden yang dulu menampungnya, sekarang menjadi Museum Henry Dunant. Di Jenewa dan sejumlah kota lain ada banyak sekali jalan, lapangan, dan sekolah yang dinamai dengan namanya. Medali Henry Dunant, yang dianugerahkan setiap dua tahun oleh Komisi Tetap Gerakan Palang Merah dan Palang Merah Internasional, merupakan penghargaan kelas tertinggi.
INSPIRASI:  Kalau saat ini, sepertinya negri kita tidak ada habisnya dengan tokoh-tokoh bukan yang memberi, tetapi korupsi, mengambil, menjarah dan merampok uang negara, kekayaan alam, tanah rakyat, tanah ulayat, tanah adat, semua yang bisa dimakan disikat, yang bisa disingkirkan ditekan, kisah angkara murka kerakusan manusia.
Sepertinya semangat memberi ini perlu kita kobarkan pada generasi baru anak-anak kita, untuk mengembalikan kemuliaan hidup sebagai manusia dan bukan hidup seperti binatang yang saling memangsa.
Apa yang ditabur, itu yang dituai. Henry Dunant menuai nama harum hingga hari ini, sebanding dengan apa yang ia lakukan, bahkan dimulai dari keluarga orang tuanya, yang memberikan hidupnya, hartanya, miliknya bagi kemanusiaan.
Mendapat upah, hadiah, bonus, keuntungan itu memang menyenangkan, tetapi selama dan selagi anda masih hidup, biarlah anda mengalami, meresapi kata-kata bijak “LEBIH BAHAGIA MEMBERI DARIPADA MENERIMA”.
Jika anda mulai menikmati kebahagiaanya memberi, anda akan terus memberi, bahkan itu bisa menjadi gaya hidup dan tujuan hidup anda, dan nilai-nilai itu akan diwarisi anak-anak anda dengan kualitas dan kedalaman yang lebih. Mari kita jalani kehidupan yang mulia dan bahagia dengan prinsip hidup MEMBERI. Salam Dahsyat, Luar Biasa !!
Henry Dunant 4 : “TUHAN tidak TIDUR”
Swiss menandai 1 Agustus 1291 sebagai hari kemerdekaannya; mengikut sejarah negara ini yang awalnya merupakan suatu negara gabungan, kemudian menjadi persekutuan sejak tahun 1848.
Di negara ini, ada kisah panjang Henry Dunant, pendiri Palang Merah International, yang pernah terpuruk, bahkan disingkirkan oleh lembaga yang ia dirikan.
Pada bulan September 1895, Georg Baumberger, editor kepala Die Ostschweiz, sebuah surat kabar yang terbit di St. Gall, menulis sebuah artikel tentang pendiri Palang Merah tersebut, yang pernah bertemu dan mengobrol dengannya ketika mereka sedang berjalan-jalan di Heiden sebulan sebelumnya. Artikel ini berjudul “Henri Dunant, pendiri Palang Merah” (Henri Dunant, the founder of the Red Cross)  di sebuah majalah bergambar terbitan Jerman, Über Land und Meer.
Dengan segera artikel ini direproduksi di berbagai media lain di seluruh Eropa. Artikel tersebut mendapat sambutan hangat sehingga Dunant kembali memperoleh perhatian dan dukungan khalayak. Dia kemudian menerima Hadiah Binet-Fendt Swiss dan sebuah surat dari Paus Leo XIII. Berkat bantuan dari janda tsar Rusia, yaitu Maria Feodorovna, dan donasi lain dari berbagai pihak, situasi keuangan Dunant sangat membaik.
Pada tahun 1897, Rudolf Müller, yang saat itu sudah bekerja sebagai guru di Stuttgart, menulis sebuah buku tentang asal-mula Palang Merah. Isi buku ini mengubah sejarah resmi Palang Merah dengan menekankan peran Dunant. Buku ini juga mengikutsertakan teks dari buku “Kenangan Solferino.” Sejarah Palang Merah International, pernah ‘dibelokkan’ oleh pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan Dunant, dengan mengesampingkan perannya.
INSPIRASI kisah ini? Sejarah di Indonesia juga pernah mengeleminir peran Soekarno saat ia digulingkan hingga selama zaman order baru. Sejarah serangan 1 Maret di Jogyakarta juga harus diluruskan oleh pihak Kerajaan Jogyakarta karena ada yang ‘tidak pas’, demikian juga dengan peran Henry Dunant dalam kisah ini.
Anda mungkin juga punya kisah serupa, dimana peran anda di-eleminir, tidak diakui, tidak dihargai, atau bahkan diakui orang lain dan berbagai kasus serupa lainnya. Ini memang pengkianatan yang menyakitkan, yang membuat anda bisa kecewa, kepahitan lalu jatuh dalam berbagai macam sakit penyakit fisik, akibat sakit psikologis.
Tapi saya menginspirasi anda dengan kisah ini untuk bangkit dari kekecewaan dan kepahitan. Percayalah, orang Jawa berkata “Gusti ora sare” “TUHAN tidak tidur”, orang Bijak berkata “Kebenaran akan muncul seperti fajar”. Fajar, kadang terasa lama, jika ditunggu-tunggu (apalagi sambil terus sesekali melihat jam), namun 100% pasti, fajar akan muncul, kecuali hari itu hari kiamat. Sepasti munculnya fajar, demikianlah munculnya sebuah ‘kebenaran’.
Seandainya Dunant kecewa, kepahitan lalu sakit dan mati, ia tidak sempat menikmati kemuliaan hidup saat masih hidup. Tetapi Dunant bertahap dan menikmati saat-saat pemulihan nama baiknya. Jadi jangan mati dulu, percayalah TUHAN akan membuat semua Indah dan berkat melimpah, kemuliaan, pemulihan pada waktu-NYA. Salam dahsyat, luar biasa !
Henry Dunant 5;  ”Hebatnya Pencobaan”
Bisnis Dunant di Aljazair mengalami kemunduran. April 1867, perusahaan keuangan Crédit Genevois miliknya bangkrut. Februari 1868, ibu Dunant meninggal dunia, tahun yang sama dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Komite dan, pada tanggal 8 September 1868, dia dikeluarkan sepenuhnya dari komite.
Dunant juga dikeluarkan dari YMCA. Dia meninggalkan kota kelahirannya, Jenewa, dan tidak pernah kembali lagi ke sana. Moynier berusaha mempergunakan pengaruhnya, supaya Dunant jangan sampai menerima bantuan. Hadiah medali emas Sciences Morales di Pekan Raya Dunia Paris tidak jadi diberikan kepada Dunant, tetapi kepada Moynier, Dufour, dan Dunant bersama-sama sehingga seluruh uang hadiah tersebut menjadi hak Komite, sementara Dunant disingkirkan dari Komite oleh Moynier. Tawaran Napoleon III untuk mengambilalih separuh dari kewajiban utang Dunant, juga digagalkan oleh  Moynier.
Meskipun diangkat sebagai anggota kehormatan Perhimpunan Palang Merah cabang Austria, Belanda, Swedia, Prusia, Heiden dan Spanyol, dia nyaris dilupakan dalam perjalanan resmi Gerakan Palang Merah di pusat. Dunant hidup dalam kemiskinan dan berpindah-pindah tempat antara 1874-1886, termasuk Paris, Stuttgart, Roma, Korfu, Basel, Karlsruhe dan terakhir ke Heiden. Untuk sementara Dunant seperti ‘hilang dari peredaran’.
Kisah belum berakhir, dunia belum kiamat. Di Stuttgart, Dunant bertemu Rudolf Müller mahasiswa Tübingen University dan kemudian bersahabat.  Muller inilah, kelak, ketika ia sudah menjadi guru, meluruskan sejarah berdirinya Palang Merang International, dengan penekanan peran henry Dunant yang sebenarnya.
Kisah berlanjut, di Heiden, dia bertemu dengan seorang guru muda Wilhelm Sonderegger dan istrinya Susanna. Mereka mendorongnya untuk mencatat pengalaman hidupnya. Heiden membuka cabang Palang Merah di Heiden dan meminta Dunant menjadi presiden kehormatan. Kekaguman Wilhelm dan Susanna Sonderegger atas Dunant, terwariskan kepada anak-anak mereka. Pada tahun 1935, putra mereka, yaitu René, menerbitkan kumpulan catatan yang ditulis Dunant.
Baik tulisan Muller dan Rene, keduanya menyakinkan publik atas peran dan kisah sebenarnya Henry Dunant pada Palang merah International.
INSPIRASI: Orang benar musuhnya banyak, namun sejarah akhirnya berpihak pada kebenaran dan kebenaran tidak mungkin ditutupi atau dibelokkan. Manusia bisa membelokan kebenaran, tetapi TUHAN membela mereka yang BENAR.
Sebuah gossip, kebohongan, fitnah dengan amat cepat menyebar, tetapi kebenaran, siapa yang akan memperjuangkan? Seolah waktunya tidak pernah akan datang dan membuat banyak orang benar mati patah arang, karena dunia memang kejam. Namun kisah ini membuktikan, pencobaan yang hebat, juga dialami oleh Dunant dan tokoh-tokoh besar lainnya sepanjang zaman. 
Tokoh-tokoh besar dikandung oleh masalah dan dilahirkan pencobaan dan dibesarkan dengan fitnah, didewasakan oleh masalah, diperkuat adanya tanpangan. Kesulitan hanyalah sarapan pagi yang biasa, bagi para calon pemenang. Semua orang, bukan hanya anda yang punya masalah. Jadi hadapi saja semuanya dengan PANTANG MENYERAH. Salam Dahsyat Luar Biasa !
Henry Dunant 6 “MULIA dan BAHAGIA”
Swiss, negara dengan bendera seperti lambang Palang Merah,  Negara ini, karena kiprah tokoh-tokohnya, banyak yang memenangkan Hadiah NOBEL BERDAMAIAN, seperti  Élie Ducommun, Albert Gobat dan yang paling dikenal di dunia international adalah Henry Dunant.
Henry Dunant, adalah pengusaha dan aktivis sosial Swiss. Ketika melakukan perjalanan untuk urusan bisnis pada tahun 1859, dia menyaksikan akibat-akibat dari Pertempuran Solferino, sebuah lokasi yang dewasa ini merupakan bagian Italia. Kenangan dan pengalamannya itu dia tuliskan dalam sebuah buku dengan judul A Memory of Solferino (Kenangan Solferino), yang menginspirasi pembentukan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada tahun 1863. Konvensi Jenewa 1864 didasarkan pada gagasan-gagasan Dunant. Pada tahun 1901, dia menerima Penghargaan Nobel Perdamaian yang pertama.
Komite Internasional Palang Merah menyatakan kepada Dunat: “Tak ada yang lebih layak untuk menerima kehormatan ini, karena Andalah yang empat puluh tahun yang lalu mendirikan organisasi internasional bantuan kemanusiaan bagi korban luka di medan tempur. Tanpa Anda, Palang Merah, yang merupakan prestasi kemanusiaan yang agung abad kesembilan belas, barangkali tak akan pernah diusahakan.”
Hans Daae, pendukungnya,  menaruh uang hadiah Dunant, sebesar 104.000 franc Swiss, jumlah yang besar untuk tahun 1901, di sebuah bank di Norwegia dan mencegah uang tersebut diakses oleh para kreditor Dunant. Dunant sendiri tak pernah memakai sedikit pun dari uang tersebut dalam hidupnya, sekalipun akhir hidupnya ia mengalami kesulitan keuangan, kekayaannya pas untuk menutup hutang-hutangnya dan sisanya di sumbangkan ke panti Jompo dan lembaga amal.
INSPIRASI: ?
Orang lain bekerja keras untuk uang, menipu demi uang, menjadi terkenal supaya banyak uang, tetapi Dunant, tidak mengambil uang yang sebenarnya menjadi haknya, justru ia sumbangkan ke berbagai lembaga amal. Ia tidak berhasil menjadi orang kaya, tetapi ia berhasil menjadi orang MULIA yang BAHAGIA.
Kemuliaan dan kebahagiaan seseorang bukan tergantung seberapa banyak ia MIMILKI uang, tetapi tergantung bagaimana ia MEMANDANG uang. Karena itu, dengar Orang Bijak berkata; “Akar segala kejahatan adalah cinta UANG, karena memburu uang dan keinginan cepat kaya, banyak orang telah menyimpang dari kebenaran dan mengalami berbagai duka”
Kekayaan karena korupsi, menipu, uang suap bisa berlipat ganda dalam sekejab, tetapi seiiring dengan itu, detak jantung, hati gelisah, ketidak nyamanan tidur menghiasi kehidupan. Tidak kelisah lagi, karena hati nurani yang mati, dan mulailah malapetakan dalam hubungan antar pribadi, karena kasih sayang digantikan cinta uang dan menghadapi kematian dengan ketakutan. Makan steak daging impor, minum anggur murni jutaan per porsi hasil korupsi, sepertinya lebih nikmat makan nasi putih, ikan asin, sambal terasi dan lalapan dari hasil kejujuran, lalu tidur pulas dengans arung di saung sederhana, daripada tidur gelisah di kamar hotel mewah karena menjadi koruptor buron.
KEBAHAGIAAN SEJATI ada dalam kehidupan yang dijalani dengan BENAR dan MENSYUKURI segala hasil jerih lelah, berapapun jumlahnya. Salam dahsyat Luar biasa !

Jumat, 09 September 2011

Inspirasi German 2011


01. Munchen - POHON 1.  Saudara... saya berada di Munchen, kota yang mendapat sebutan “TOYTOWN”, kota di German yang mayoritas penduduknya berbahasa Inggris, kota yang orang German menyebut “"Millionendorf", sebuah ekspresi yang berarti “village of a million people", “tempat tinggal para milyuner”.
Kenapa orang-orang kaya German memilih tinggal disini? Di wilayah ini yang terlihat udara begitu bersih, asri, dimana-mana banyak pepohonan, dan memasuki area ini bagaikan ikan yang baru saja meninggalkan kolam kotor, masuk ke sungai yang jernih... saya menghirup udara dan rasanya paru-paru ini segar sekali.
Tahukan anda... sebuah pohon ukuran rata-rata menghasilkan cukup oksigen dalam satu tahun untuk menjaga keluarga beranggotakan empat orang untuk bernapas dengan nyaman.  Survey melaporkan, pohon meningkatkan nilai properti. Rumah dikelilingi oleh pohon bisa terjual 18-25 persen lebih tinggi dari rumah tanpa pepohonan.  Karena itu untuk kehidupan yang lebih nyaman, untuk mengerem laju pemanasan global, demi kehidupan anak cucu yang lebih baik, mari kita melakukan penghijauan disekitar rumah kita, lingkungan kita, jangan biarkan lahan kosong. Sebanyak mungkin bisa ditanam, mari kita tanam pohon.
Kalau anda menjaga kota anda, menjadi kota yang indah dan nyaman, orang-orang kaya dan dan tinggal, bukan datang dan mengeruk kekayaan alamnya, maka eknomi akan bertumbuh, seperti Munchen, kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di German dan kota dengan pengangguran terendah di German. Karena itu, mari bersama-sama melakukan gerakan bumi yang hijau, untuk hidup yang lebih baik. Inilah inspirasi dari German, Salam dahsyat, Luar Biasa !!
02. Munchen - POHON 2.  Saya tinggal di Jakarta, dan pada siang hari, gedung berjarak 3 km saja seperti terlihat samar-samar, bukan oleh awan atau embun, tetapi polusi asap kendaraan. Lalu saya datang ke mari, Munchen, German ... dan seperti wow .... lingkungan yang dirawat dan dijaga dengan sungguh-sungguh.
Kota ini menurut sejarah didirikan 1158 oleh “Guelph Henry the Lion, Duke of Saxony and Bavaria”. 1506 Muncen menjadi ibukota Bavaria bersatu.  1806 menjadi ibukota Kerajaan Bavaria. Di kota ini, musikus Klassik Mozart pernah tinggal.  Kota indah yang dikelilingi dan dipenuhi dengan taman dan hutan-hutan kecil dengan kawanan rusa, penghijauan yang dijaga dengan ketat tersebar di beberapa lokasi sekitar kota.
Tahukan anda... pohon menghasilkan pekerjaan dan memberi kontribusi bahan baku untuk bangunan, surat kabar, buku dan lebih dari 15.000 produk hutan lainnya. Pohon dapat diperbaharui, dapat terurai secara biologi dan dapat didaur ulang. Kayu bisa diolah lebih lanjut menjadi produk seperti vitamin, plastik, rasa vanila, film fotografi, pasta gigi dan obat-obatan.
Semakin lengkap jenis pohon, semakin lengkap pula serangga, binatang yang akan hidup disekitarnya, dan ini diperlukan untuk keseimbangan ekosistem, mencegah mewabahnya epidemi serangga, ulat ataupun binatang sejenis dalam jumlah yang luar biasa.
Karena itu, dari Munchen, German, saya membangkitkan semangat untuk menjaga lingkungan kita, yang memiliki kekayaan hayati yang jauh lebih lengkap. Mari kita pertahankan ke aneka ragaman tanaman kita, untuk hidup yang lebih baik. Inilah inspirasi dari German, Salam Dahsyat Luar Biasa !
03. Munchen - POHON 3.  Saya berada di Munchen, kota yang mendaat sebutan "Capital of the Movement", karena di dekat kota inilah dibangun Kamp Konsentrasi dari Partai Buruh Sosialis Nasional, dan kota ini penting dalam sejarah kebangkitan Sosialis Nasional German.
Kota ini rusak berat saat perang dunia ke 2, bangkit dan membangun lingkungannya menjadi kota ternyaman untuk tinggal di German. Kota dengan sejumlah taman, dan karenanya juga disebut “GREEN CITY”. Di Munchen, saya merasakan, bagaikan di planet yang berbeda, karena segarnya udara dan bersihnya lingkungan. Saya masih berada di bumi, di kota .... yang penduduknya menjaga lingkungan dengan sungguh-sungguh. Di kota inilah BIOTEKNOLOGY dikembangkan luar biasa.
Tahukan anda, bahwa ribuan obat-obatan dihasilan dari aneka tanaman tropis? Banyak dokter berpendapat, bahwa hampir semua penyakit, sebenarnya bisa disembuhkan dengan enzym dan vitamin yang ada pada sayur dan buah, yang adalah produk dari pohon atau tanaman? Namun kita perlu menjaga media bagi pohon, tanah dan air yang bebas dari polusi kimia.  Bumi tidak bertambah luas, manusia semakin banyak, jika kita tidak mendidik generasi baru, untuk mencintai lingkungan, maka mereka akan mewarisi bumi yang sudah rusak. Tahukan anda betapa berhaganya bumi, karena hingga saat ini belum ditemukan ada planet lain yang ada kehidupan? Dan untuk merawat bumi ini, salah satunya, memberi ruang dan tempat, bagi banyak pohon, dan menjaga tanah serta air dari pencemaran.
Tahukah anda, bahwa dengan potensi kekayaan hutan tropis, jamur tropis, buah-buahan dan sayuran tropis, rumput laut tropis, Indonesia punya potensi menjadi rajanya BIOTEKNOLOGY? Karena itu, mari kita jaga kebersihan lingkungan kita, kita jaga kekayaan alam kita, untuk hidup yang lebih baik. Salam dahsyat... Luar Biasa !!!
04. Munchen - UDARA 1. Saudara... saya berada di Munchen kota yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade 1972 (namanya Olympiapark Munich) ini ada di nomor 8 kota dengan kualitas hidup di dunia, kota nomor 39 untuk biaya hidup tertinggi di dunia. Muchen berada tidak jauh dari pegunungan Alphen dan sungai Isar. Kota ini merupakan pusat pengembangan Teknologi Informasi dan  Bioteknologi di German. Kantor pusat BMW ada di kota ini.
Kota berpenduduk 1.3 juta jiwa ini, 20% populasinya bukan warga German, alias orang asing, yang memilih tinggal disini. Kenapa? Karena kota ini BEBAS POLUSI ! Memiliki taman kota terluas di dunia 3.7km2 lbh besar dari Central Park New York.
Saya bisa melihat, pohon, gedung, benda yang jauh dengan jelas, langit begitu bersih dan jarang ada penduduk yang sesak nafas, paru-paru atau influinsa, walau cuaca suhu berubah-ubah. Membandingkan dengan Jakarta, dimana saya tinggal, saya saat ini seolah-olah bisa melihat Jakarta, bagaikan kolam comberan kotor dengan penduduknya bagaikan ikan yang megap-megap sasak nafas dan mudah terjangkit penyakit. 
Kita juga bisa dan pasti bisa membuat kota kita bersih. Asal kita ter-inspirasi dan belajar dari orang lain. Disini tidak ada bensin oplos, solar oplos yang membuat mobil cepat rusak dan asap kendaraan menjadi begtiu pekat. Disini mobil-mobil tidak berasap !! Mobil berasapakan ditindak dan dilarang digunakan.
Mari saudaraku setanah air, kita peduli lingkungan dan menjaga kebersihan udara kita, karena itulah yang kita hidup bersama anak cuku kita setiap hari. Mari kita jaga kebersihan lingkungan kita, untuk hidup yang lebih baik. Inilah inspirasi dari German, Salam dahsyat... Luar Biasa!
05. Munchen – Sofware.  “Nasionalisme dalam Technology”
Munich, di kota ini berdiri kantor pusat beberapa perusahaan International seperti mobil BMW, asuransi ALLIANZ, elektronik SIEMENS AG, mesin injeksi KRAUSS MAFFEI, lampu OSRAM, bahkan Mc Donald’s dan Microsoft pun memindahkan kantornya kemari. Masih banyak lagi yang tidak bisa disebut, yang pasti, kota ini menarik perhatian para pebisnis dunia.
Tentu banyak hal-hal inspiratif di kota ini, namun saya justru tertarik pada HAL-HAL KECIL, tetapi menurut saya ini kita BISA MELAKUKANNYA JUGA, karena itu saya angkat sebagai INSPIRASI dari MUNCHEN, German dalam beberapa epiosode.
Saudara saya berada di Munchen, kota dimana Kantor Hak Paten Eropa berada. Namun di kota ini ada kisah menarik, tahun 2003 pemerintah kota berani mengambil keputusan untuk mengubah 14000 komputernya dengan free software. Yang dikembangkan  Debian berbasis Linux distribution yang disebut LiMux.
Ini karena mereka merasa (seperti juga sebagian besar kita mungkin merasakan) telah ‘dijajah’ oleh pemilik software yang memungut biaya sangat mahal, lihat saja mereka menjadi orang-orang dalam daftar paling kaya di muka bumi. Ya.. itu hak atas kekayaan intelektual mereka, namun banyak orang berpendapat, harganya ‘mencekik leher’.
Merekapun tahun-tahun itu  banyak yang mengalami seperti kita akhir-akhir ini, kantor di’sweeping software’ seperti pada zaman penjajahan Hindia Belanda.  Seandainya saja harganya ‘wajar’ dengan senang hati, semua akan membeli ‘software’ asli, dengan senang hati.
Karena itu, Kota Munich saya sebut berani, repot-repot menggunakan ‘free software’ di tahun 2003, dan sekarang bisa menghemaat jutaan dollar dari keputusan yang membuat mereka mengembangkan diri dan mandiri secara teknologi.  Keputusan itu bisa saja dipicu karena tekanan pengawasan super ketat karena Kantor Pusat Hak Patent Eropa ada di kota itu. Bagaimanapun juga, itu keputusan yang berani, berani repot dengan perubahan kebiasaan ke-enakan menggunakan software yang sudah tersedia dan biasa digunakan selama ini.
Tahun ini, kami juga mengambil keputusan untuk memakai LINUX dalam pembuatan film animasi kami. Dengan dukungan anak-anak muda yang mewujudkan semangat ‘nasionalisme teknologi’, untuk keluar dari imperialisme menjajahan software, terbukti anak-anak muda Indonesia BISA, pandai, kreatif… mereka hanya butuh diberi kesempatan !
Kita semua bisa, kalau kita mau sama-sama ‘susah-suah di awal perubahan’, namun jika terus mengembangkannya, maka itu menjadi KEMERDEKAAN dan KEMUDAHAN di kemudian hari. Mari … terinspirasi dari Munich … Kota mandiri teknologi, saya, anda, kita juga bisa bangkit mengembangkan software dan teknologi kita. Inilah Inspirasi NASIONALISME TEKNOLOGI dari Munchen, German. Salam Dahsyat Luar Biasa !!!
06. FC Bayern Munchen.  “Idealisme yang Membawa Kebangkitan”
Munich ada di rangking 30 kota-kota di dunia, untuk tujuan wisata arsitektur, karena di kota ini ada kombinasi unik antara banyaknya bangunan dengan arsitektur eropa kuno, dan bangunan modern seperti kantor pusat BMW, Stadion Alianz Arena yang futuristik dan bisa berubah-ubah warna dan Olympapark yang modern. Dikota inilah olahraga Sepakbola merupakan olahraga favorit dan dikota inilah sarang FC Bayern München.
FC Bayern München atau Bayern München adalah klub olahraga terbesar kedua di dunia setelah FC Barcelona dengan 125.115 anggota, mengungguli Real Madrid, Manchester United, AC Milan dan Inter Milan. Menurut data Deloitte Football Money League, Bayern adalah klub terkaya keempat di dunia pada tahun 2009, menghasilkan pendapatan sebesar € 289,5 Juta. Th 2010 klub ini menjadi pemilik penuh atas Stadion Alians Arena.
Klub sepak bolanya telah menjuarai juara Jerman pada tahun 1932 dan setelah itu dalam kurun waktu 1969-2010 menjuarai Liga sepak bola Jerman Bundesliga 21 kali, menjuarai Liga Champions sebanyak 4 kali.
Berdasarkan sejarah Bayern adalah tim paling sukses di sepak bola Jerman, karena mereka telah memenangkan paling banyak kejuaraan dan paling banyak piala. Mereka juga tim Jerman paling sukses dalam kompetisi internasional, setelah memenangkan enam trofi. Bayern merupakan salah satu dari tiga klub telah memenangkan semua tiga kompetisi besar Eropa dan juga klub terakhir yang memenangkan Liga Champions tiga kali berturut-turut , mereka berhak memakai lencana multi-pemenang selama pertandingan Liga Champions. WOW… ada spririt yang luar biasa, SIKAP MENTAL PEMENANG, yang kita bisa gali INSPIRASInya !!
INSPIRASI: Bagaimana kisah awal sukses klub sepakbola yang bukan hanya kaya dengan prestasi gemilang, tetapi juga kaya dengan uang, mengelola asset, bakat, ketenaran secara profesional sebagai sebuah PERUSAHAAN modern dan bukan menjadi lembaga  yang mengerogoti APBN atau mengemis bahkan memaksa-maksa minta sumbangan ke perusahaan ini?
Setelah pertikaian antara manajemen klub dan pemain dari MTV 1879 München di bar “Gisela” di Schwabing, 11 pemain IDEALIS memutuskan untuk memisahkan diri dan membentuk klub sendiri dibawah manajemen Franz John pada 27 Februari 1900. Nama yang dipilih untuk klub yang baru adalah FC Bayern München.
Karya besar dimulai dengan IMPIAN, IDEALISE yang diwujudkan dalam KEPUTUSAN yang BENAR dan BERTINDAK sesuai HATI NURANI atau IDEALISME tersebut.  Ketika managemen, etika, motivasi sudah bobrok, maka hancurlah semuanya, prestasi maupun moral. Namun 11 orang IDEALIS memulai sesutau yang murni, dengan semangat berkarya, membangun klub baru. Bebas dari politik, trik dan intrik.
Jika PSSI akhir-akhir ini dirundung permasalahan yang tidak ada habis-habisnya, bukankan kita harusnya terinspirasi dari kisah ini? Dicari orang-orang IDEALIS bagi kebangkitan negri kita Indonesia tercinta. Ayo … kita wujudkan IMPIAN Indonesia Raya yang jaya. Inilah inspirasi dari German, Salam Dahsyat dari Munchen … Luar Biasa !!
07. Benjamin Thompson. “Hidup yang membawa dampak”
Benjamin Thompson (sering dikenal sebagai 'Count Rumford' lahir 26 Maret 1753 – meninggal 21 Agustus 1814 pada umur 61 tahun) adalah penemu, ilmuwan, negarawan, dan tentara terkenal kelahiran Amerika. Ia menemukan teori KALORI. Penemuan-penemuan Thompson lainnya adalah kompor, oven, ketel ganda, dan pakaian penahan panas, sert mengembangkan cerobong asap dan tungku perapian yang ada. Anak yatim sejak 2 th kelahiran Amerika ini, menjadi Pahlawan di Bavaria.
Pada tahun 1785, Benjamin Thompson bergabung bersama pasukan Austria untuk melawan Turki dan di sana dia berkenalan dengan Pangeran Maximillian dari Bavaria yang mengundangnya untuk tinggal Bavaria. Thompson tinggal di Bavaria selama beberapa tahun untuk memimpin pasukan Bavaria yang kurang mendapatkan perhatian dan penghidupan yang layak, kemudian membuat perubahan besar di daerah tersebut.  
Para tentara diberi bayaran lebih tinggi, dibuatkan sarana rekreasi, dan diberikan pendidikan gratis baik untuk tentara maupun anak-anak mereka. Benjamin Thompson juga memberikan penghasilan kepada pengemis jalanan dengan mempekerjakan mereka untuk menjahit pakaian tentara Bavaria yang kurang layak pakai. Pada tahun 1971, atas semua saja-jasanya Benjamin Thompson dianugerahi gelar Count of the Holy Roman Empire.
INSPRASI:Anda ingin dihormati, mendapat kemuliaan hidup? BUATLAH PERUBAHAN terhadap lingkungan anda, sejauh anda bisa mempengaruhi dan membuat perubahan.  Sering terjadi, lingkungan bukannya tidak mau berubah, tetapi butuh seorang inisiator dan yang lain baru ramai-ramai mendukung.
Hal kecil misalnya kerja bahakti di lingkungan. Banyak orang pesimisteis atau penuntut dan mempengaruhi lingkungan dengan pikiran negatif; “iya nii pemerintah gimana sih, lingungkan ndak diurusi bla bla dstnya” dan yang lain manggut-manggut mengiyakan, lalu ngerumpi menjelek-jelekkan rt, rw, lurah, dan seterusnya.
Tetai jika anda datang ke lingkungan tersebut, dan memulai wacana yang berbeda, membangkitkan kesadaran dan mengajak kerja bakti, ternyata mereka mau juga.
Karena itu, mulailah dengan kelompok terkecil anda, biasakan hidup membawa DAMPAK POSITIF, biarkan itu menjadi darah daging, karakter dan kebiasaan anda. Ketika kehidupan anda naik, pergaulan anda naik, seperti enjamin Thomson berkenalan dengan Pangeran Maximillian, maka pengaruh perubahan yang bisa dilakukan berskala negara.
Hidup yang membawa dampak. Inilah Inspirasi dari Muncen, bavaria, German. Salam Dahsyat Luar Biasa
08. Mozart .  “Peran Ayah di Usia Dini”
Wolfgang Amadeus Mozart yang bernama asli Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozart (lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 – meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun) adalah seorang komponis. Ia dianggap sebagai salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang terpenting dan paling terkenal dalam sejarah.
Karya-karyanya (sekitar 700 lagu) termasuk gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya musik simfoni, musik kamar, musik piano, musik opera, dan musik paduan suara. Contoh karyanya adalah opera Don Giovanni dan Die Zauberflöte. Banyak dari karya Mozart dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik zaman klasik. Karya-karyanya diurutkan dalam katalog Köchel-Verzeichnis.
INSPIRASI apa yang kita bisa pelajari dari legendaris musik ini? Kita simak dulu kisah awalnya:  Mozart, yang dikenal memiliki kemampuan tala mutlak (mengenal nada dengan tepat tanpa bantuan alat), mengenal musik sejak lahir. Ayahnya, Johann Georg Leopold Mozart adalah komponis penting pada jamannya, salah satu karyanya yang paling penting adalah Kindersinfonie ("Simfoni Anak-Anak").
Mozart adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara yang meninggal prematur. Hanya dia dan Maria Anna Mozart ("Nannerl") yang bertahan hidup sampai dewasa. Sewaktu berumur 4 tahun, Mozart sudah mampu memainkan harpsichord dan melakukan improvisasi pada karya-karya musik pendahulunya. Dia bahkan menulis komposisinya yang pertama saat berumur 5 tahun.
Karya-karyanya antara lain adalah Violin Sonata, dan beberapa Minuet. Leopold mengumpulkan semua komposisi ini tanpa sepengetahuan anaknya. Demikian halnya dengan Nannerl, dia juga adalah pemain keyboard yang sangat handal. Leopold yang menemukan bakat kedua anaknya merasa “terpanggil” untuk memamerkan mereka ke seluruh Eropa. Kisah selanjutnya, adalah kisah, bagaimana seorang ayah berjuang sekuat tenaga membawa anaknya keliling seluruh Eropa ke berbagai acara, istana dan raja-raja.
INSPIRASI? Peran ayah dan pendidikan anak, apalagi sejak usia dini, itu luar biasa. Jika anak kebutuhan khusus, mendapat kemajuan dengan terapi musik, terapi air, terapi ikan lumba-lumba, maka sebenarnya kemajuan terhebat adalah ‘terapi ayah’. Ada penelitian yang melaporkan, jika soerang ayah bermain dan berinteraksi dengan anaknya, kecerdasan bisa naik 10 point skala IQ.
Mayoritas keluarga, menyerahkan pendidikan anaknya ke istri, suster, pembantu, sekolahan dan ... ayah, menjadi ‘ayah yang jauh’. Anak merindukan bercengkerama dengan ayahnya dan tiada kunjung tiba, karena ayahnya sibuk bisnis, sosial, politik atau kegiatan keagamaan. Kekecewaan akan ayahnya, tidak muncul dalam pemberontakan, karena ia takut, tetapi muncul dalam bentuk penyimpangan perilaku, karena adanya masalah dalam emosinya. Lahirlah generasi anak tanpa figur bapak, dan muncul tingkah laku aneh dengan aneka anak kebutuhan khusus.
Karena itu, ada seorang bijak atau Nabu yang bernama ‘Maleakhi’ hidup sekitar 300 tahun sebelum Masehi, yang menyerukan ‘Hati bapa kembali ke anak-anaknya’. Inspirasi dari German, negara dengan ‘patrialisme’ atau ‘peran bapak’ yang kuat adalah, mari para laki-laki, tidak hanya menjadi seorang suami, bisnismen, rohaniawan, tetai juga seorang AYAH. Salam Dahsyat, Luar Biasa !!
09. Franz Strauss .  “Tidak Sempurna, tetapi buatlah Perubahan”
Airport di Munchen adalah Airport terbesar ke-3 di German dan th 1992 diberi nama Franz Josef Strauss airport. Nama politisi German, yang menjadi ketua ‘Christian Sosial Union’ dan presiden wilayah Bavaria (selevel Gubernur Wilayah) yang meninggal 1988.
Siapa dia yang namanya diabadikan sebagai nama airport ini? Ia telah terjun di bidang politik sejak masih sangat muda. Hidupnya penuh kontroversi dan kisah skandal, dia bukan tokoh yang tanpa cacat, namun Ia tetap dianggap sebagai tokoh luar biasa yang berjasa membawa transformasi Bavarian dari wilayah pertanian, menjadi pusat teknology German seperti sekarang ini.
Genetiknya membawa tranformasi, perubahan, Ia juga yang mendorong diciptakannya airbus saat ia menjadi chairman di airbus 1970-1980an. Dia pula yang mengarang buku ‘The Grand Design” tentang pemikirannya mengenai ‘United States of Europe’ atau UNI EROPA yang ia perjuangkan menjadi kenyataan. Dia punya andil dalam transformasi eropa.
Bukan Strauss kalau tidak mebawa perubahan. Dialah tokoh satu-satunya dari Eropa Barat yang berkunjung ke negara komunis yang di isilasi, Albania pada 21 August 1984, dan berjumpa dengan Enver Hoxha yg adalah tokoh perang dunia kedua yang masih hidup. Kunjungan ini merupakan rintisan, sehingga 1987 German Bara membuka hubungan diplomatik dengan Albania.
Apa Inspirasi dari hidup Strauss? Dalam hidup ini, kita tidaklah mungkin sempurna. Kita bergerak menuju kesempurnaan, kita selalu intsrokpesi, memperbaiki diri setrus menerus tiada henti. Kita mencari TUHAN dengan beribadah dan bergaul dengan TUHAN, mendengar suara-NYA dalam hati nurani kita, dan berjuang mentaati suara-NYA. Tetaplah kita belum sempurna.
Namun yang penting di dalam hidup ini, janganlah berhenti untuk berubah dan teruslah membuat perubahan, baik terhadap diri sendiri, maupun terhadap orang lain. Mulailah dengan peribahan-perubahan kecil yang secara sadar anda latih untuk diri anda sendiri.
Ketika orang-orang terdekat anda, melihat perubahan hidup anda, mereka akan mengikuti anda. Ide, pemikiran dan tulisan anda akan diikuti banyak orang, karena hidup anda ‘provent’, menjadi bukti akan pemikiran anda, maka dampak perubahan yang anda lakukan semakin besar.
Sementara itu anda lakukan, anda bisa saja jatuh, tergelincir, seperti yang dialami Strauss, dan hidupnya berguncang karena penghakiman, namun jangan berhenti, segera bangkit, lakukan perubahan pribadi dan lanjutkan menjadi agen perubahan. Dengan demikian punya peran dalam TRANSFORMASI bangsa ini, dimulai dengan TRANSFORMASI pribadi anda.
Inilah Insprasi dari Muchen, German, Salam Dahsyat Luar Biasa !